PELATIHAN KEMASAN BAGI IKM PANGAN OLAHAN KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN

Kabupaten Balangan adalah kabupaten baru yang merupakan pemekaran dari kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dari sisi semangat pembangunan infrastruktur  memang sudah terbilang cukup baik, meski masih ada juga ditemui kekurangan yang relatif sebagai sosok kabupaten yang masih berumur muda. Daerah yang dikenal sebagai penghasil karet dan gula aren ini menuntut diri untuk bisa tampil sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan.

Kami dari Lembaga Pengembangan Kemasan UKM Indonesia merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam peran pembangunan di kabupaten baru ini. Tepat di awal April 2014 kami diamanahi oleh Dinas Perindag provinsi Kalimantan Selatan untuk membina UKM di kabupaten Balangan di sektor pengembangan kemasannya. Dari 25 peserta yang ikut dalam pelatihan ini sekitar 40% adalah pengusaha gula aren dan gula semut, selebihnya adalah UKM-UKM makanan-makanan ringan, minuman. Waktu 2 hari kami lebih fokuskan utk memahami urgensi fungsi kemasan, mengkonsep kemasan sesuai produknya, mengenal karakter produk, merek / labeling dan branding, serta hal-hal terkait legalitas seperti halal, P-IRT dll. Dan sebagai poin inti lebih didominasi waktu praktik merancang dan membuat kemasan.

Momen yang paling membahagiakan kami dan tim saat kami bisa melihat raut muka bahagia bercampur kaget ketika peserta melihat bagaimana kemasannya yang selama ini teramat sangat sederhana disulat menjadi kemasan yang menarik dan “menjual”.

Ternyata gampang dan mudah kan menyulap kemasan menjadi keren ? setidaknya mereka timbul semangat baru untuk bisa lebih produktif  mengembangkan produk nya. Dan yang paling keren — tidak perlu biaya mahal! –.

Sukses buat UKM Kabupaten Balangan !!!.

 

Bl11

Bl10

Bl9

Bl8

bl7

bl6

bl5

bl4

bl3

bl2

Bl1

Iklan

Pelatihan Kemasan Produk Olahan Ikan untuk UKM Kotabaru

Alhamdulillah rupanya Alloh memberikan kesempatan kepada saya dan tim dari Lembaga Pengembangan Kemasan UKM Indonesia untuk bisa berkunjung ke kabupaten Kotabaru, sebuah daerah yang namanya sdh sering aku dengar sejak saya masih di bangku SD lewat  sebuah lagu daerah yan berjudul Kotabaru Gunungnya Bamega, dan alhamdulillah juga ternyata datangnya saya ke pulau kecil nan kaya di wilayah Kalsel ini lewat sebuah misi pemberdayaan UKM melalui pengembangan mutu dan kreativitas kemasannya.

Acara berlangsung 2 hari (25 – 26 Maret 2014) dengan peserta berjumlah 25 orang, karena kotabaru merupakan daerah kepulauan sehingga hasil laut berupa ikan sangat melimpah, namun selama perjalanan kami hasil olahan ikan masih terbatas pada pembuatan krupuk dan amplang. Pengolahan dalam bentuk yang lebih variatif masih kurang. Bahkan sekedar produk ikan segar yang dikemas – frozen – pun jg belum ada, padahal jenis ikan bernilai tinggi seperti Tenggiri sangat melimpah di sini, sehingga Tenggiri yang melimpah umumnya hanya dibuat amplang atau sekedar diasinkan.

“Kesederhanaan” dalam mengembangkan potensi perikanan ini mungkin faktor banyaknya sisi lain terutama tambang yang memberikan topangan jauh lebih tinggi bagi pencaharian masyarakat Kotabaru, sehingga inisiatif atau juga tuntutan pengembangan olahan produk ikan masih relatif kecil. Dan ini menjadi PR bagi pemerintah daerah untuk lebih kraetif mengolah hasil alam dari laut yang melimpah.

Kekurangpahaman terkait teknis pengemasan, atau mendapatkan kemasan yang tepat untuk jenis olahan ikan atau bahkan ikan segar juga menjadi faktor lain masih rendahnya inisiatif pengembangan.

Semoga kehadiran kami memberikan wawasan terkait apa saja tentang kemasan, mulai konsep memahami jenis produk, mau dikemas bagaimana sesuai jenis produk, sesuai dengan budget, sesuai dengan segmen konsumen dll, termasuk praktik langsung membuat kemasan sesuai jenis produk masing-masing UKM mampu memberikan perubahan kepada para UKM, tidak hanya sekedar pada pengembangan kemasan tapi juga pada peningkatan krativitas dan motivasi berwirausaha.

2 hari terasa pendek sekali untuk sebuah komitmen memajukan potensi produk UKM Kotabaru, apalagi  kecintaan pada negeri ini selalu memunculkan rasa rindu utk datang kembali membina UKM diseluruh Indonesia.

Semoga Alloh izinkan lagi kita bertemu, Aamiin.

 

 

Praktik embuat kemasan

 

Bersama UKM Kotabaru

Sharing dengan UKM

Suasana Pelatihan

Alasan Mengapa Desain Kemasan Sebuah Produk Harus Menjual

Kali ini saya tertarik untuk men-sharing-kan kepada anda tentang pentingnya desain kemasan produk. Anda harus tahu, desain kemasan produk termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Saya akan bagikan sedikit pengalaman saya tempoe doeloe. Dulu saya punya “kenangan buruk”. Tahun 2005 saya bersama 3 teman saya menjadi distributor sebuah produk deterjen.

Produknya cukup bagus. Mungkin kualitasnya diatas deterjen-deterjen yang lain pada waktu itu. Apalagi kalau di-demokan, efeknya luar biasa. Kami menjualnya dari satu arisan ke arisan yang lain.

Kami menggunakan salesman untuk menjualnya. Sales kami dibekali beberapa peralatan demo seperti gelas plastik kecil, deterjen kompetitor, kain putih bersih, sendok teh dan tinta stempel.

Prosesnya seperti ini, tinta stempel dimasukan ke dalam gelas plastik yang berisi air. Setelah warna air berubah menjadi hijau (kami memakai tinta warna hijau), barulah kami masukan satu sendok teh deterjen ke gelas plastik tadi. Setelah ditunggu beberapa menit, gelas yang tadinya berwarna hijau berangsur-angsur kembali berwarna seperti semula.

Produk lain tidak bisa seperti itu. Warna airnya tetap hijau. Ibu-ibu arisan sangat terpukau dengan demo kami. Akhirnya dagangan kami pun laris. Berbekal dengan kepercayaan akan produk yang tinggi, akhirnya salah satu agen kami berani untuk menitipkan deterjen tersebut ke minimarket.

Kemudian deterjen kami disandingkan dengan deterjen kompetitor. Setelah beberapa minggu, ternyata deterjen kami tidak berubah jumlahnya. Sedangkan deterjen kompetitor, tumpukannya berhasil melorot jauh…laku keras…!!! “Waduh, kok jadi begini ya”, pikir kami. Padahal kami tahu dengan pasti kualitas deterjen kami lebih bagus.

Anda tahu sebabnya? Deterjen kami desain kemasan produknya sangat memprihatinkan. Cuman plastik transparan yang disablon dengan sablon biasa. Jadi kalau sablonannya keseringan kena tangan, lama-lama hilang. Nggak perlu tunggu waktu yang lama. Jadi selang beberapa waktu kemudian sudah kelihatan kucel, basi dan wah, pokoknya hancur dah.

Ibarat roti bolu, roti kami kelihatan sudah basi dan tidak mengundang selera. Itulah sebabnya mengapa desain kemasan produk yang menjual itu penting sekali. Desain kemasan produk itu berhubungan dengan branding produk anda. Logikanya seperti ini. Sebuah produk apalagi produk baru, harus bisa menarik hati para konsumennya.

Sedangkan ciri desain kemasan produk yang menarik hati konsumen adalah kemasan yang menjual. Ingat, desain kemasan produk yang menjual. Bukan desain kemasan produk yang mahal, bukan juga desain kemasan produk yang terlihat rumit atau desain kemasan produk yang warnanya banyak. Pokoknya desain kemasan produk yang menjual.

Nah, sekarang bisa anda bayangkan, ketika anda menjual produk anda ke konsumen yang baru mengenal produk anda, apa jadinya kalau desain kemasan produk anda tidak menarik? Konsumen tidak akan berpaling ke produk anda.

Lha kalau berpaling saja nggak mau, bagaimana dengan memutuskan untuk membeli produk anda? Pasti tidak akan pernah, walaupun produk anda sangat bagus kualitasnya. Apalagi kalau produk anda mereknya belum terkenal.

Karena yang mereka lihat pertama kali adalah desain kemasan produk anda, bukan isinya. Mereka tidak bisa mencoba produk anda, kecuali kalau ada menggunakan teknik promosi free sampel. Nah, ciri-ciri desain kemasan produk yang menjual menurut bung Frans M. Royan adalah :
Bisa menimbulkan daya tarik bagi konsumen karena bentuknya yang berbeda.
Contohnya, waktu dulu saya beli kartu perdana operator seluler “X”, desain kemasan produknya sangat unik. Kalau yang lainnya menggunakan kotak biasa untuk membungkusnya, kartu seluler yang saya beli berbentuk tabung kecil yang bertingkat, bisa diputar. Anda tidak perlu membuat desain kemasan produk yang mahal seperti itu. Yang penting kemasan anda dapat menimbulkan rangsangan bagi konsumen untuk membuat pertimbangan membeli produk anda.
Langsung mengenai persepsi pembeli.
Artinya begini, desain kemasan produk yang dibuat harus langsung dapat ditangkap maksudnya oleh konsumen tanpa harus berpikir terlalu lama. Misalnya jika produk tersebut adalah kecap, maka isi kecap harus tampak menonjol pada desain kemasan produknya. Sehingga begitu konsumen lihat produk tersebut, mereka langsung mengenali bahwa produk tersebut adalah kecap, bukan jamu.

Kira-kira anda sudah paham kan? Nggak susah kok. Intinya adalah kemasan anda harus menjual, dapat menimbulkan rangsangan bagi konsumen dan langsung mengenai tepat di benak konsumen.

Tapi ingat, desain kemasan produk anda tetap harus yang disukai oleh konsumen. Bukan disukai oleh anda. Caranya gimana? Dengan melakukan riset pemasaran. Anda bisa tanyakan ke mereka, “Pak, bu…kemasan ini menarik nggak buat anda?”

Ngomong-ngomong, saya sudah agak pegel nih sekarang. Saya lihat di histats, pengunjungnya sudah lumayan banyak neh. Tapi kok komennya dikit amat ya. Mana nih komennya? Biar saya nggak lemes dong, ha..ha..ha..

(sumber : surabaya.indonetwork.co.id

KEMASAN EKSKLUSIF DGN BIAYA SUPER MURAH !!! Hanya dgn Harga Rp.650 Ribu Anda Bisa Merubah Kemasan Produk Anda Menjadi Luar Biasa!, Segera hubungi kami sekarang juga di telp / WA : 081555694526 / 082257356890 / 081555694534 / 081555694537 / 081555694527

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Desain Kemasan di slide adalah hasil kami,  Packaging dan segala unsur-unsurnya (desain, brand. photografi, maskot dll) ini telah menjadi hak perusahaan tertentu yang telah di patenkan desainnya.